Inilah Sosok Ulama Dibalik Berdirinya masjid Kauman Wonosobo | karomah KH Mansyur Ketingkring

 



Assalamualaikaum wr.wb

Para pemirsa yang di rahmati oleh Alloh, pada kesempatan kali ini, kami dari kampung aswaja berkesempatan untuk zirah ke makam aulia dan waliyulloh yang ada di kabupaten  Wonosobo tepatnya di makam Ketinggring, desa Kalianget, Kec. Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah

dimakam ini sumare  seorang ulama yang melatar belakangi berdirinya Masjid Kauman wonsoobo yaitu KH Al-Mansyur.  

Nah Siapakah  beliau dan apa saja karomah-karomah beliau? Jangan di skip Simak terus video ini sampai ahir

KH. Mansyur adalah seorang ulama Wonosobo putra dari kyai marhamah bin Asmoro sufi bendosari Sapuran Wonosobo. Beliau juga saudara 1 kandung dengan KH Raden Abdul Fatah seorang kiai karismatik yang makamnya di Sigedong Tegalgot Kepil, dan KH Raden Syukur Sholih.

Komplek makam beliau kurang lebih 1,7 Km dari jalan raya wonosobo -dieng melalui jalan Argopeni menuju kearah unsiq wonosobo. Sebelum mencapai makam, kita akan berjalan kurang lebih 250 m melewati area perumahan dan persawahan yang asri dan indah. Sebelum mencapai pintu gerbang makam utama.  

Nah untuk mengetahui tentang KH Mansyur, berikut adalah beberapa keistimewaan Beliau yang kami rangkung dari berbagai sumber

 

1.  Mendirikan Masjid Tertua di Wonosobo

Dilansir dari khazanah.republika.co.id. KH Almansyur pernah mewakafkan 7.000 meter lebih tanahnya untuk siar islam di kab. Wonosobo. Di atas tanah itu kemudian pada tahun 1825 didirikan sebuah masjid dan pondok pesantren.  Yang kemudian hari masjid tersebut diberi nama Masjid Al-Manshur karena  dinisbahkan kepada wakif yaitu KH Raden Manshur. Hingga kini, masjid ini masih kokoh berdiri lahan itu, bahkan berkembang pesat dengan berdirinya berbagai sarana pendidikan dan pusat perbelanjaan.

 

2.  mensyiarkan agama Islam melalui jalur politik dan pemerintahan.

Dilansir dari suarabaru.id

Salah satu kelebihan beliau adalah dalam hal dakwah melalui jalur politik,  tercatat

KH R Manshur  yang merupakan salah satu pendiri kab. Wonosobo pernah sebagai Pemilih Landrad zaman Hindia Belanda, yaitu  R Manghunkusumo sebagai bupati

 atas jasa beliau, masarakat bisa memiliki Masjid al Manshur yang megah dan sekaligus sebagai pusat dakwah di Wonosobo.

Strategi politik dan dakwah iniliah yang ditiru oleh KH Muntaha al Hafidz dari KH R Manshur, yakni berdakwah dan berjuang mensyiarkan agama Islam melalui jalur politik dan pemerintahan.

Sehingga sekarang Pondok Pesantaren al Asy’ariyah berkembang sangat pesat dan KH Muntaha al Hafidz dapat mendirikan Universitas Sains al Qur’an sebagai Universitas berbasis pesantren terbesar di Jawa Tengah.

 

Nah demikianlah beberapa Keutamaan yang dimiliki oleh KH Mansyur. semoga dengan sowan ke makam beliau kita akan mendapatkan barokahnya di dunia dan di ahirat.

wallohualam bisowab.


 Wassalamualaikum wr.wb

 

Komentar